Jika aku sekolah untuk mendapatkan izajah
maka aku akan berusaha mendapatkan nilai yang besar tak peduli bagaimanapun caranya
Tapi aku sekolah untuk mengerti
maka aku akan melakukan semuanya dengan cara yang benar……
Benarkan semua siswa di Indonesia memandang sekolah seperti itu?
Nah jika kita kaji, sekolah sudah tidak diaplikasikan oleh siswanya dalam kehidupan sehari-sehari….sekolah hanyalah sebuah wacana yang di berikan orang tua dan mau tidak mau seorang anak harus membacanya…..atau bahkan sekolah di ibaratkan sebagai jamu mag..yang harus di minum mau tidak mau….Jadi sama sekali tidak ada niat yang tulus dari anak anak sekarang….
Sekolah sebagai pormalitas…itu memang di akui oleh pelajar sekarang…( ini terbukti lho hal ini merupakan pendapat sebagaian teman saya)………
Lalu ketika kejadiannya sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan…atau siapa yang sebenarnya yang harus di benahi…?
Berbicara tentang siapa yang harus disalahkan mungkin semua tidak akan mau menjadi bahan pembicaraan tentang biang keladi semua ini….Yang jelas untuk mengetahui tidak salah kalau kita menelaah dulu bagaimana asal usul dari topik ini…
Kita tahu bahwa sekolah merupakan jembatan untuk sukses..tapi tidak seratus persen dari itu….hanya saja di indonesia kelulusan dari sekolah yang biasa kita sebut izajah selalu di jadikan tolak ukur dalam mencari pekerjaan atau pun melanjutkan sekolah ke yang lebih tinggi…..
Nah kita sudah dapat titik terang….Kita lihat Ujian Nasional….ujian nasional di indonesia ( saya gak tahu di negara lain) di jadikan tolak ukur lulus atau tidaknya seorang siswa. Kegiatan belajar tiga tahun hanya di tentukan dalam tiga hari….apakah adil? Kemudian dari sisi itu seorang siswa pada puncak keadaan bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan nilai yang memenuhi kelulusan..bahkan hal ini melibatkan guru dan perangkat sekolah lainnya. Seperti banyak kasus Kepsek yang mencari kunci jawaban untuk siswanya..danĀ ini jelas PELANGGARAN…..Kalau menanyakan mutu jika sudah begini apa bisa di katakan pendidikan Indonesia berkualitas..?
Ini merupakan pr yang harus di pecahkan…..Apa dan Siapa yang Harus di salahkan? Sistem kan atau pembuat sistem atau bahkan yang di kenai sistem itu…dari mana kita harus melakukan pembenahan?????
