Kuliah atau Kerja?

Posted: April 17, 2011 in ceritaku

Rasanya seperti meminum air pahit kemudian mengering di kerongkongan….rasanya begitu pahit…

Ya hidup hasi ini seperti layaknya minuman pahit atau ibaratkan segelas jamu yang malas kita minummm

Pilihan antara kuliah dan kerja tapi apa daya jika kenyataan berkata lain. Kerja atau keluarga mu tidak makan…bingungkan? Mungkin yang bisa diharapkan kali iini adalah berusaha bekerja untuk bisa kuliah, ya itu ide paling ideal.

Tetap memenuhi kewajiban membantu orang tua sambil menaikan taraf hidup.

Kuliah atau kerja sudah bukan judul dalam hidup ku lagi…Tapi semoga hari besok aq bisa menuliskan ceritaku tentang Kuliah sambil kerja……

Mata adalah penghilatan yang fana

Posted: Januari 24, 2011 in Hot new's

Cantik dan tampan semuanya terlihat dari pandangan mata. Maupun warna yang kita sebut merah, putih atau hitam. Sebuah benda yang terlihat dari mata…..

 

Subhanalloh semuanya itu adalah bersifat fana karena yang benarnya hanyalah penglihatan dari mata hati…tak mustahil juga kalo seorang yang buta bisa lebih peka dari kita yang melihat dengan mata lahir….

Dan terkadang kita sangat bangga dengan keadaan tersebut. Mata yang di anugrahkan oleh Tuhan untuk melihat dunia kita pergunakan untuk yang tidak semestinya. Sehingga mata ini hanya digunakan untuk mempertinggi tumpukan dosa kita. Sehingga bukan suatu kemustahilan Tuhan marah dengan semua itu.

Seharusnya mata itu digunakan untuk melihat ciptaan-Nya dan kemudian kita memuji kebesarannya dengan bertasbih tak henti-hentinya. Subhanalloh jika semua melakukannya seperti itu mungkin saja Alloh akan menambahkan karunia-Nya. Mungkin saja alam ini lebih bersinergi dengan penghuninya.

Sebenarnya bagaimana cara kerja mata kita?

Seluruh benda yang kita lihat tanpa cahaya tidak akan terlihat…suatu benda dapat kita lihat karena tiap-tiap benda tersebut memancarkan gelombang getarnya pada frekuensi tertentu……misal kita dapat mengatakan warna merah karena warna merah tersebut mempunya frekuensi elekteromagnetik sebesar 650-740 nm….warna hijau sebesar 540nm…..kemudian jatuh diretina kita dan dikirim ke otak sebagai sinyal elektromagnetik dan otak menerjemahkannya dan kita sebut saja misal warna merah…Jadi apa yang kita lihat hanyalah sebuah persepsi dari otak kita karena dzat yang hakiki itu adalah dzatnya Alloh yang tidak bisa kita lihat karena tidak dapat kita ukur frekuensinya…Hanya kita yakini dalam hati bahwa Alloh itu ada.

Nah sekarang bagaimana pendapat anda tentang memilih seorang pasangan dalam hidup? Apakah hanya mengandalkan penglihatan kita yang fana?

Semoga sesudah anda mengetahui hal ini anda bisa melihat sesuatu dengan dua sisi yaitu secara lahiriah yaitu dengan dua mata kita dan batin…..dengan mata hati kita yang tidak salah….

Mencari Pekerjaan

Posted: Mei 1, 2010 in Tak Berkategori

Buat temen-temen ami kasih tahu ya kalo ada lowongan kerja

harap kasih tau di blog ini

dengan cara kasih info nya di kolom komentar ya di tunggu

Ujian Nasional 2010

Posted: April 28, 2010 in Hot new's

Ujian nasional memang membuat semua merasakan ketegangan yang ada. Sepertinya ujian nasional menjadi momok yang sangat menakutkan…..

Tidak hanya bagi peserta ujian, Ujian Nasional juga memberikan efek tegang terhadap guru dan kepala sekolah yang besangkutan. Lulus 100% merupakan dambaan bagi tiap sekolah. Nah bagaimana jika siswa nya tidak lulus? Mungkin kesedihan pun tidak berguna pada waktu itu.

Hal yang harus dilakukan oleh siswa yang tidak lulus seharusnya belajar di waktu yang masih disediakan..karena ujian ulangan ini bisa saja mungkin sebagai perbaikan…dan aku sampaikan pada teman-teman yang tidak lulus..jangan menyerah terus lah…ini bukan takdir…aq membuat pribahasa untuk kalian…

Aku percaya pada takdir jika itu baik, tapi aku tidak akan mempercayainya jika takdir itu jelek dan aku akan berkata pada semua orang dan diriku sendiri bahwa ini bukan lah takdir hanya hari yang sedang buruk yang esok hari akan lebih baik…

Sekolah….apa artinya?

Posted: Maret 10, 2010 in 1

Jika aku sekolah untuk mendapatkan izajah

maka aku akan berusaha mendapatkan nilai yang besar tak peduli bagaimanapun caranya

Tapi aku sekolah untuk mengerti

maka aku akan melakukan semuanya dengan cara yang benar……

Benarkan semua siswa di Indonesia memandang sekolah seperti itu?

Nah jika kita kaji, sekolah sudah tidak diaplikasikan oleh siswanya dalam kehidupan sehari-sehari….sekolah hanyalah sebuah wacana yang di berikan orang tua dan mau tidak mau seorang anak harus membacanya…..atau bahkan sekolah di ibaratkan sebagai jamu mag..yang harus di minum mau tidak mau….Jadi sama sekali tidak ada niat yang tulus dari anak anak sekarang….

Sekolah sebagai pormalitas…itu memang di akui oleh pelajar sekarang…( ini terbukti lho hal ini merupakan pendapat sebagaian teman saya)………

Lalu ketika kejadiannya sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan…atau siapa yang sebenarnya yang harus di benahi…?

Berbicara tentang siapa yang harus disalahkan mungkin semua tidak akan mau menjadi bahan pembicaraan tentang biang keladi semua ini….Yang jelas untuk mengetahui tidak salah kalau kita menelaah dulu bagaimana asal usul dari topik ini…

Kita tahu bahwa sekolah merupakan jembatan untuk sukses..tapi tidak seratus persen dari itu….hanya saja di indonesia kelulusan dari sekolah yang biasa kita sebut izajah selalu di jadikan tolak ukur dalam mencari pekerjaan atau pun melanjutkan sekolah ke yang lebih tinggi…..

Nah kita sudah dapat titik terang….Kita lihat Ujian Nasional….ujian nasional di indonesia ( saya gak tahu di negara lain) di jadikan tolak ukur lulus atau tidaknya seorang siswa. Kegiatan belajar tiga tahun hanya di tentukan dalam tiga hari….apakah adil? Kemudian dari sisi itu seorang siswa pada puncak keadaan bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan nilai yang memenuhi kelulusan..bahkan hal ini melibatkan guru dan perangkat sekolah lainnya. Seperti banyak kasus Kepsek yang mencari kunci jawaban untuk siswanya..dan  ini jelas PELANGGARAN…..Kalau menanyakan mutu jika sudah begini apa bisa di katakan pendidikan Indonesia berkualitas..?

Ini merupakan pr yang harus di pecahkan…..Apa dan Siapa yang Harus di salahkan? Sistem kan atau pembuat sistem atau bahkan yang di kenai sistem itu…dari mana kita harus melakukan pembenahan?????

Kim nam gil

Posted: Februari 24, 2010 in Puisi

Aku mencintai mu dengan segenap jiwa

aku sadar rasa ku ini melebihi batas mampu ku

aku tak membutuhkan waktu

aku tak peduli seberapa lama lagi aku harus mencintai mu

aku mungkin bego….

tapi yang jelas …

hati punya jawabannya yang tidak pernah dimengerti oleh akal sehat

begitulah aku cara mencintai dan meyakini perasaan ku

semuanya tak masuk akal

dan jika aku bermimpi tolong  jangan bangunkan aku

hati juga tidak diciptakan dalam bentuk yang rapuh…

begitu juga aku  amat rapuh

tapi aku mencintainya dan itulah yang membuat hatiku kuat

 

AKU DENGAN SEJUTA LUKA

Posted: Agustus 23, 2009 in ceritaku

sedihAku gak tahu harus gimana….semuanya tampak membuat air mata ini terurai. Aku juga tidak tahu sebenarnya apa yang terbaik dari tingkahku, haruskan menangis atau tetap menutup telinga dan memejamkan mata sebagai pelengkapnya. Aku tidak tahu yang harus aku lakukan, semuanya yang kupikir baik telah aku lalui, hanya saja aku sekarang merasakan lelah, lelah menjalani semua yang ada, aku tidak tahu kenapa itu. Beban dihadapku yang setiap hari bisa kuhancurkan sedikit demi sedikit, sekarang mulai tak ku hiraukan, dan kubiarkan kan berdiri kokoh, sampai sekarang beban itu menutupi jalanku dan aku harus melihatnya sebagai tebing yang menghalangiku. Aku harus memanjatnya, tapi aku tidak punya pengaman, seperti karabiner dan figur yang dipasang dalam diarmantel. Aku tidak punya alat untuk naik, sementara jika aku beranikan untuk memanjat tanpa alat, sangat besar resikonya, aku bisa terhempas dan remuk diatas bebatuan, dan aku hancur…..

Seperti itulah hidupku sekarang ini…aku tidak bisa memanjat tebing yang kugambarkan itu sebagai masalah dalam hidupku. Tapi kawan masalah ini bukan hanya tentang perasaan yang berkelut pada insan remaja, ini lebih pelik lagi. Kegundahan seorang anak ingusan didalam keluarganya, yang ia saksikan adalah keluarga yang terpopoh-popoh untuk menyalakan api di dapurnya. Dimana sang bapa sudah tidak kuat lagi memukul kayu bakar, dan ibu kebingungan untuk mencari apa yang ia rebus untuk hari ini untuk disuguhkan kepada anak yang meronta-ronta memegang perut dari terik siang tadi. Dan akulah anak itu…hanya bisa menangis melihat keadaan yang seperti ini, bapak sakit, ibu sedih dan malu melihat anak yang beranjak dewasa masih memakai pakaian yang lusuh dan tidak bermode. Tapi aku sebagai anak itu tidak menangisi apa yang tidak aku dapatkan dimasa ku. Aku relakan kesenangan, kebebasan, kemapanan terlewat saja didepan mata. Dan yang aku tangisi keadaan mereka yang sulit dan aku tidak bisa membantunya. Itulah penyesalanku, kenapa disaat mereka susah seperti ini, aku belum bisa dijadikannya penopang, kenapa aku tidak bisa memapah bapakku, kenapa aku tidak bisa merebuskan makanan buat ibu,,,,kenapa…aku yang sekarang masih bergantung pada orang tua, aku yang sekarang hanya bisa membuat air mata untuk merenungkan hal ini.

Tuhan ingin aku bisa menolong mereka, menjemput dari keterpurukan ini, namun apa daya, aku lagi-lagi terpaku dalam keheningan dan ketidakberdayaan ini, melihat bapak makin lemah, ibu gusar, dan aku diam. (aku anak yang sudah tidak pantas merengek lagi tapi belum bisa menolong). Aku semakin tak tahan melihat keadaan ini, aku memecahkan sesuatu dirumahku, sampai menggetarkan nadi-nadi mereka. Ku pecahkan si ayam celengan ku yang slalu ku isi tiap hari, aku melihat hamparan uang bersama bongkahan celengan yang terbuat dari batu keramik, aku melihat kepingan logam yang berbinar dan kertas-kertas yang rapih. Aku mengumpulkannya dengan hati-hati, takut bongkahan itu melukai tanganku, dan aku tidak tahu tingkah lakuku disaksikan ibu bapak di depan pintu, dan mereka hanya menguraikan air mata, ibu memeluku dan menangis haru, sementara bapak hanya mengusap kepalaku dengan tangan yang keriput dan suara batuk yang mengencang dengan sisa-sisa napasnya. Dan aku tahu rupanya mereka tengah terpesona dengan tingkah yang aku lakukan itu, dan aku senang bisa membuat mereka sedikit bernapas lega, paling tidak untuk hari ini, bapak bisa meredakan batuknya dan penyakit diabetesnya itu, dan ibu tidak lagi gusar dengan apa yang akan ia rebus hari ini, karena dengan kepingan uang yang tadi aku pecahkan dari celengan. Walau untuk hari ini, aku sedikit lega, karena bisa melihat bapak membeli obat dan kami bisa makan, dan entah untuk hari berikutnya….

rejectionAkh semoga ada jalan saja…karena aku yakin tuhan itu ada…termasuk dalam hal yang tidak kita sadari…tuhan slalu memerhatikan dari hal besar sampai yang kecil..

Mungkin juga dia memerhatikan kesedihan dan pengharapanku…smoga…amien.

created by : amy

true story yang terjadi disekitarku