AKU DENGAN SEJUTA LUKA

Posted: Agustus 23, 2009 in ceritaku

sedihAku gak tahu harus gimana….semuanya tampak membuat air mata ini terurai. Aku juga tidak tahu sebenarnya apa yang terbaik dari tingkahku, haruskan menangis atau tetap menutup telinga dan memejamkan mata sebagai pelengkapnya. Aku tidak tahu yang harus aku lakukan, semuanya yang kupikir baik telah aku lalui, hanya saja aku sekarang merasakan lelah, lelah menjalani semua yang ada, aku tidak tahu kenapa itu. Beban dihadapku yang setiap hari bisa kuhancurkan sedikit demi sedikit, sekarang mulai tak ku hiraukan, dan kubiarkan kan berdiri kokoh, sampai sekarang beban itu menutupi jalanku dan aku harus melihatnya sebagai tebing yang menghalangiku. Aku harus memanjatnya, tapi aku tidak punya pengaman, seperti karabiner dan figur yang dipasang dalam diarmantel. Aku tidak punya alat untuk naik, sementara jika aku beranikan untuk memanjat tanpa alat, sangat besar resikonya, aku bisa terhempas dan remuk diatas bebatuan, dan aku hancur…..

Seperti itulah hidupku sekarang ini…aku tidak bisa memanjat tebing yang kugambarkan itu sebagai masalah dalam hidupku. Tapi kawan masalah ini bukan hanya tentang perasaan yang berkelut pada insan remaja, ini lebih pelik lagi. Kegundahan seorang anak ingusan didalam keluarganya, yang ia saksikan adalah keluarga yang terpopoh-popoh untuk menyalakan api di dapurnya. Dimana sang bapa sudah tidak kuat lagi memukul kayu bakar, dan ibu kebingungan untuk mencari apa yang ia rebus untuk hari ini untuk disuguhkan kepada anak yang meronta-ronta memegang perut dari terik siang tadi. Dan akulah anak itu…hanya bisa menangis melihat keadaan yang seperti ini, bapak sakit, ibu sedih dan malu melihat anak yang beranjak dewasa masih memakai pakaian yang lusuh dan tidak bermode. Tapi aku sebagai anak itu tidak menangisi apa yang tidak aku dapatkan dimasa ku. Aku relakan kesenangan, kebebasan, kemapanan terlewat saja didepan mata. Dan yang aku tangisi keadaan mereka yang sulit dan aku tidak bisa membantunya. Itulah penyesalanku, kenapa disaat mereka susah seperti ini, aku belum bisa dijadikannya penopang, kenapa aku tidak bisa memapah bapakku, kenapa aku tidak bisa merebuskan makanan buat ibu,,,,kenapa…aku yang sekarang masih bergantung pada orang tua, aku yang sekarang hanya bisa membuat air mata untuk merenungkan hal ini.

Tuhan ingin aku bisa menolong mereka, menjemput dari keterpurukan ini, namun apa daya, aku lagi-lagi terpaku dalam keheningan dan ketidakberdayaan ini, melihat bapak makin lemah, ibu gusar, dan aku diam. (aku anak yang sudah tidak pantas merengek lagi tapi belum bisa menolong). Aku semakin tak tahan melihat keadaan ini, aku memecahkan sesuatu dirumahku, sampai menggetarkan nadi-nadi mereka. Ku pecahkan si ayam celengan ku yang slalu ku isi tiap hari, aku melihat hamparan uang bersama bongkahan celengan yang terbuat dari batu keramik, aku melihat kepingan logam yang berbinar dan kertas-kertas yang rapih. Aku mengumpulkannya dengan hati-hati, takut bongkahan itu melukai tanganku, dan aku tidak tahu tingkah lakuku disaksikan ibu bapak di depan pintu, dan mereka hanya menguraikan air mata, ibu memeluku dan menangis haru, sementara bapak hanya mengusap kepalaku dengan tangan yang keriput dan suara batuk yang mengencang dengan sisa-sisa napasnya. Dan aku tahu rupanya mereka tengah terpesona dengan tingkah yang aku lakukan itu, dan aku senang bisa membuat mereka sedikit bernapas lega, paling tidak untuk hari ini, bapak bisa meredakan batuknya dan penyakit diabetesnya itu, dan ibu tidak lagi gusar dengan apa yang akan ia rebus hari ini, karena dengan kepingan uang yang tadi aku pecahkan dari celengan. Walau untuk hari ini, aku sedikit lega, karena bisa melihat bapak membeli obat dan kami bisa makan, dan entah untuk hari berikutnya….

rejectionAkh semoga ada jalan saja…karena aku yakin tuhan itu ada…termasuk dalam hal yang tidak kita sadari…tuhan slalu memerhatikan dari hal besar sampai yang kecil..

Mungkin juga dia memerhatikan kesedihan dan pengharapanku…smoga…amien.

created by : amy

true story yang terjadi disekitarku

Iklan
Komentar
  1. wi3nd berkata:

    amien..

    tetaplah berusaha karna TUHAN maHa baiK dan maHa pemberi..
    TuHAn tidak tidur,maka lakukan sebisamu,halalkan untuk mendapatkannya,jan9an menyerah..tetap seman9aaad yaaa.. 🙂

  2. wawan berkata:

    kata ini menyentuh banget hati ku…..

    • amyconpeito berkata:

      thanks….banget..
      menyentuh atau tidaknya sebuah karya tulis menurut ku itu bagaimana seorang pembuatnya.jika di ungkapkan dengan kata yang lugas, tulus dari hati, tanpa kebohongan dan pemaksaan maka akan melahirkan karya tulis yang mengagumkan

  3. khen arock berkata:

    SENG SABAR

  4. air mata knp km sellu menemaniku………..bahagia knp kau sellu jauh dr aq…….aq ign bersandar pd asa yg semakin jauh dan buram…….aq ign mentari msh ada untukku………

  5. Hanafi M berkata:

    Andai kamu di dekat q, kawan…, tak makan pun aq rela asal kau dan keluargamu bisa merasakan sdikit kbahagiaan yg diberikan TUHAN lewat aq, kawan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s