Archive for the ‘1’ Category

Sekolah….apa artinya?

Posted: Maret 10, 2010 in 1

Jika aku sekolah untuk mendapatkan izajah

maka aku akan berusaha mendapatkan nilai yang besar tak peduli bagaimanapun caranya

Tapi aku sekolah untuk mengerti

maka aku akan melakukan semuanya dengan cara yang benar……

Benarkan semua siswa di Indonesia memandang sekolah seperti itu?

Nah jika kita kaji, sekolah sudah tidak diaplikasikan oleh siswanya dalam kehidupan sehari-sehari….sekolah hanyalah sebuah wacana yang di berikan orang tua dan mau tidak mau seorang anak harus membacanya…..atau bahkan sekolah di ibaratkan sebagai jamu mag..yang harus di minum mau tidak mau….Jadi sama sekali tidak ada niat yang tulus dari anak anak sekarang….

Sekolah sebagai pormalitas…itu memang di akui oleh pelajar sekarang…( ini terbukti lho hal ini merupakan pendapat sebagaian teman saya)………

Lalu ketika kejadiannya sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan…atau siapa yang sebenarnya yang harus di benahi…?

Berbicara tentang siapa yang harus disalahkan mungkin semua tidak akan mau menjadi bahan pembicaraan tentang biang keladi semua ini….Yang jelas untuk mengetahui tidak salah kalau kita menelaah dulu bagaimana asal usul dari topik ini…

Kita tahu bahwa sekolah merupakan jembatan untuk sukses..tapi tidak seratus persen dari itu….hanya saja di indonesia kelulusan dari sekolah yang biasa kita sebut izajah selalu di jadikan tolak ukur dalam mencari pekerjaan atau pun melanjutkan sekolah ke yang lebih tinggi…..

Nah kita sudah dapat titik terang….Kita lihat Ujian Nasional….ujian nasional di indonesia ( saya gak tahu di negara lain) di jadikan tolak ukur lulus atau tidaknya seorang siswa. Kegiatan belajar tiga tahun hanya di tentukan dalam tiga hari….apakah adil? Kemudian dari sisi itu seorang siswa pada puncak keadaan bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan nilai yang memenuhi kelulusan..bahkan hal ini melibatkan guru dan perangkat sekolah lainnya. Seperti banyak kasus Kepsek yang mencari kunci jawaban untuk siswanya..dan  ini jelas PELANGGARAN…..Kalau menanyakan mutu jika sudah begini apa bisa di katakan pendidikan Indonesia berkualitas..?

Ini merupakan pr yang harus di pecahkan…..Apa dan Siapa yang Harus di salahkan? Sistem kan atau pembuat sistem atau bahkan yang di kenai sistem itu…dari mana kita harus melakukan pembenahan?????

WS Rendra meninggalkan kita…..

Posted: Agustus 8, 2009 in 1

ws-rendraWahyu Sulaeman Rendra ( Willibrordus Surendra Broto Rendra) lahir di Solo, Jawa Tengah 7 November 1935, dan wafat di Jakarta tanggal 6 Agustus 2009. WS Rendra adalah sosok yang mengagumkan, betapa tidak pria dengan julukan Burung Merak  ini telah melahirkan berbagai karya yang sangat mengagumkan…Syairnya begitu dalam dan begitu nyata… Dan terbukti begitu banyak penghargaan yang beliau dapatkan, diantaranya

  • Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954)
  • Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)
  • The S.E.A. Write Award (1996)
    • Penghargaan Achmad Bakri (2006).                                                                                                                                                                            Hal ini membuktikan karyanya bukan sekedar karya, tapi melainkan sebuah karya yang di timbulkan dari hati.


Sajak Sebatang Lisong

menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka

matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak – kanak
tanpa pendidikan

aku bertanya
tetapi pertanyaan – pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis – papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan

delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..

menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana – sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan

dan di langit
para teknokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

gunung – gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes – protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam

aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair – penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan
termangu – mangu di kaki dewi kesenian

bunga – bunga bangsa tahun depan
berkunang – kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta – juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra
……………………………

kita mesti berhenti membeli rumus – rumus asing
diktat – diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa – desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata

inilah sajakku
pamplet masa darurat
apakah artinya kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apakah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan

Hmmm jadi terenyuh…membaca kembali gundukan puisi itu, bagaimana tidak jika aku ingat orang yang ku anggap sebagai figur bapak seni ku telah tiada…tapi  meskipun begitu aku akan tetap mengingatnya…

seperti gundukan puisi yang kubuat sebagai persembahan terakhirnya

Selamat jalan bapak

Matahari memang tidak lagi menampakan dirinya

dan perannya telah diganti oleh sang rembulan

Mata ini tak lagi bisa melihat dengan jelas

Sosokmu yang begitu  mengagumkan

karena kau sekarang tak dapat disentuh, dilihat

tapi kau dapat dirasakan dalam setiap aliran darah

aku dapat merasakan hadirmu

dalam setiap gundukan syair karyamu yang kubaca

aku merasakan kau tersenyum

kala aku mengingatmu dengan cara membaca karya mu

tetaplah bapak…tetaplah hadir dalam setiap imajiku

karena aku akan berkarya mengikuti jejakmu

menuliskan kejujuran dunia

dalam sebuah gundukan syair

pergilah dengan tersenyum

tak usah khawatir

semua orang tetap mengingatmu

kau tetap hidup dalam napas-napas karyamu

Merokok haram?

Posted: Januari 27, 2009 in 1

Kayaknya dunia semua pada bicara, terutama kaum pria yang merasa keberatan dengan fatwa ini. Entah ini merupakan jalan terbaik atau malah bakalan terjadi perang mulut antara yang setuju dan yang tidak tentang fatwa merokok ini. Sebenarnya saya sangat menyetujui fatwa merokok haram ditempat umum, bagi anak kecil dan wanita, karena hal itu dapat membawa madarat yang besar. Tapi sebenarnya perlu diketahui merokok hukumnya adalah makruh… Nah jadi gimana menurut pembaca? setuju gak kalau fatwa merokok itu berlaku?Hal itu bakal membawa madarat atau manfaat? kasih komennya ya?images

info

Posted: Januari 20, 2009 in 1

woy liat ne photo-photo baru me bareng my friends….di my photo…
jangan lupa ya….

waduh-waduh pemerintah di Jakarta bersikeras untuk memberlakukan masuk sekolah jam 06.30 pada Januari 2009 mendatang, hal itu ditujukan untuk mengurangi kemacetan di ibu kota itu. Tapi hal itu episien gak ya? Ada yang setuju dan ada yang menolak juga tentang hal itu. Katanya hal itu gak bakalan nuntasin masalah kemacetan di Jakarta, malah keluar pemikiran baru, pemerintah hendaknya menyediakan bis sekolah untuk antar jemput, hingga siswa yang sebagian besar menggunakan kendaraan ini, tidak mengganggu lalu lintas dan kepadatan mobil dapat berkurang. Apalagi bisa menghindari kendaraan pribadi yang mengantar siswa. Jadi gimana nie siapa yang salah tentang kemacetan? ada solusinya gak?