Archive for the ‘ceritaku’ Category

Kuliah atau Kerja?

Posted: April 17, 2011 in ceritaku

Rasanya seperti meminum air pahit kemudian mengering di kerongkongan….rasanya begitu pahit…

Ya hidup hasi ini seperti layaknya minuman pahit atau ibaratkan segelas jamu yang malas kita minummm

Pilihan antara kuliah dan kerja tapi apa daya jika kenyataan berkata lain. Kerja atau keluarga mu tidak makan…bingungkan? Mungkin yang bisa diharapkan kali iini adalah berusaha bekerja untuk bisa kuliah, ya itu ide paling ideal.

Tetap memenuhi kewajiban membantu orang tua sambil menaikan taraf hidup.

Kuliah atau kerja sudah bukan judul dalam hidup ku lagi…Tapi semoga hari besok aq bisa menuliskan ceritaku tentang Kuliah sambil kerja……

AKU DENGAN SEJUTA LUKA

Posted: Agustus 23, 2009 in ceritaku

sedihAku gak tahu harus gimana….semuanya tampak membuat air mata ini terurai. Aku juga tidak tahu sebenarnya apa yang terbaik dari tingkahku, haruskan menangis atau tetap menutup telinga dan memejamkan mata sebagai pelengkapnya. Aku tidak tahu yang harus aku lakukan, semuanya yang kupikir baik telah aku lalui, hanya saja aku sekarang merasakan lelah, lelah menjalani semua yang ada, aku tidak tahu kenapa itu. Beban dihadapku yang setiap hari bisa kuhancurkan sedikit demi sedikit, sekarang mulai tak ku hiraukan, dan kubiarkan kan berdiri kokoh, sampai sekarang beban itu menutupi jalanku dan aku harus melihatnya sebagai tebing yang menghalangiku. Aku harus memanjatnya, tapi aku tidak punya pengaman, seperti karabiner dan figur yang dipasang dalam diarmantel. Aku tidak punya alat untuk naik, sementara jika aku beranikan untuk memanjat tanpa alat, sangat besar resikonya, aku bisa terhempas dan remuk diatas bebatuan, dan aku hancur…..

Seperti itulah hidupku sekarang ini…aku tidak bisa memanjat tebing yang kugambarkan itu sebagai masalah dalam hidupku. Tapi kawan masalah ini bukan hanya tentang perasaan yang berkelut pada insan remaja, ini lebih pelik lagi. Kegundahan seorang anak ingusan didalam keluarganya, yang ia saksikan adalah keluarga yang terpopoh-popoh untuk menyalakan api di dapurnya. Dimana sang bapa sudah tidak kuat lagi memukul kayu bakar, dan ibu kebingungan untuk mencari apa yang ia rebus untuk hari ini untuk disuguhkan kepada anak yang meronta-ronta memegang perut dari terik siang tadi. Dan akulah anak itu…hanya bisa menangis melihat keadaan yang seperti ini, bapak sakit, ibu sedih dan malu melihat anak yang beranjak dewasa masih memakai pakaian yang lusuh dan tidak bermode. Tapi aku sebagai anak itu tidak menangisi apa yang tidak aku dapatkan dimasa ku. Aku relakan kesenangan, kebebasan, kemapanan terlewat saja didepan mata. Dan yang aku tangisi keadaan mereka yang sulit dan aku tidak bisa membantunya. Itulah penyesalanku, kenapa disaat mereka susah seperti ini, aku belum bisa dijadikannya penopang, kenapa aku tidak bisa memapah bapakku, kenapa aku tidak bisa merebuskan makanan buat ibu,,,,kenapa…aku yang sekarang masih bergantung pada orang tua, aku yang sekarang hanya bisa membuat air mata untuk merenungkan hal ini.

Tuhan ingin aku bisa menolong mereka, menjemput dari keterpurukan ini, namun apa daya, aku lagi-lagi terpaku dalam keheningan dan ketidakberdayaan ini, melihat bapak makin lemah, ibu gusar, dan aku diam. (aku anak yang sudah tidak pantas merengek lagi tapi belum bisa menolong). Aku semakin tak tahan melihat keadaan ini, aku memecahkan sesuatu dirumahku, sampai menggetarkan nadi-nadi mereka. Ku pecahkan si ayam celengan ku yang slalu ku isi tiap hari, aku melihat hamparan uang bersama bongkahan celengan yang terbuat dari batu keramik, aku melihat kepingan logam yang berbinar dan kertas-kertas yang rapih. Aku mengumpulkannya dengan hati-hati, takut bongkahan itu melukai tanganku, dan aku tidak tahu tingkah lakuku disaksikan ibu bapak di depan pintu, dan mereka hanya menguraikan air mata, ibu memeluku dan menangis haru, sementara bapak hanya mengusap kepalaku dengan tangan yang keriput dan suara batuk yang mengencang dengan sisa-sisa napasnya. Dan aku tahu rupanya mereka tengah terpesona dengan tingkah yang aku lakukan itu, dan aku senang bisa membuat mereka sedikit bernapas lega, paling tidak untuk hari ini, bapak bisa meredakan batuknya dan penyakit diabetesnya itu, dan ibu tidak lagi gusar dengan apa yang akan ia rebus hari ini, karena dengan kepingan uang yang tadi aku pecahkan dari celengan. Walau untuk hari ini, aku sedikit lega, karena bisa melihat bapak membeli obat dan kami bisa makan, dan entah untuk hari berikutnya….

rejectionAkh semoga ada jalan saja…karena aku yakin tuhan itu ada…termasuk dalam hal yang tidak kita sadari…tuhan slalu memerhatikan dari hal besar sampai yang kecil..

Mungkin juga dia memerhatikan kesedihan dan pengharapanku…smoga…amien.

created by : amy

true story yang terjadi disekitarku

Hari yang Terindah

Posted: Oktober 18, 2008 in ceritaku

Teruntuk yang bertahta dalam Ketabahan

Hari yang indah

Hari ini aku merasakan sesuatu yang berbeda. Entah apa itu tapi aku yakin itu adalah benar dan itu adaalah kebahagian buka suatu tangisan. Dan aku akan terus mencari apa yang kurasakan ini sampai dapat kugenggam dan kurasakan pada tempat yangtepat. Sebenarnya aku ingin menangis dimalam yang hujan ini, menangis dan malam dengan gemuruh airnya menemaniku. Angin malam yang dingin menambah kepediah yang terukir dihati. tapi aku tidak ingin satu pun orang tahu. Kurahasiahkan pada semua yang bernapas, karena air mata ini tak pantas mengusik kebahagian mereka, biarlah aku sendiri yang merasakn kegundahan ini, terus mencari kebahagian yang sulit kudapat. Aku mempunyai tumpuan hati namun aku tidak dapat memperlihatkan air mata ku kepadanya . Aku ingin menjadi yang terbaik dan selalu senyum dihadapannya….selalu dan selalu. Aku tidak ingin buat dia menangis, cukup aku yang rasakn pilu ini. Meski aku sendiri tidak tahu kenapa aku merasakan sakit yang menusuk dada.

Tuhan berilah aku kekuatan untuk menerimanya. Berikanlah aku segudang ketegaran dan setumpuk kesabaran dalam hidup ini. Meski akau tak kan lama lagi hidup didunia ini. Meski aku harus bertahan sendiri bersama tulisanku yang akan menemani sisa umurku yang terus berkurang. Tuhan kepala ini makin terasa sakit, dan darah ini terus keluar dari indra pencuman ku. Tuhan aku terasa makin sakit, tubuhku lemah, aku menggigil kedinginan dan hanya selimut yagn menemaniku, tanpa pelukan sang bunda. Karena tuhan aku tidak sanggup untuk mengabarkan kabar ini pada siapapun yang bernapas, pada setiap orang yang aku cinta ini. Berikanlah disisa waktu ku untuk bersama orang yang aku cintai, aku ingin bersandar dipeluknya. Berikanlah kebahagian itu. Aku berjanji aku tidak akan menangis dihadapannya, meski sakit yang kurasakna sangat teramat. Tuhan aku ingin diakhir waktu ku cintaku hany untuknya, dan aku ingin menutup mata dalam pelukannya.

Aku tahu tuhan tulisan ini akan terbaca oleh seseorang yang bernapas didunia, tapi biarlah tulisan ini menjadi kenangan bagi mereka. Mengenangku saat masih disekitarnya. Tuhan aku berjanji akan menulis sampai aku tidak bisa menulis. Tuhan aku akan ingat dia sampai kapanpun meski aku tak penah dan tak akan pernah bisa kembali lagi. Aku akan terus mencintainya walau nanti aku sudah disisi mu , karena aku berharap kau akan menyatukan aku dengan cintaku di akhir nanti.

My family, my friends, my love…………. …………… sampai disini aku menulis aku tidak sanggup lagi untuk berkata-kata.

BUnda………………….Kepalaku sakit, bunda hidungku berdarh.bunda ini yang kau alamli selama lima tahun ini. Bunda maafkan aku tidak menceritakannya [adamu.aku sayang bunda..

My fiends I always love you. Please don’t forget me. Kamu harus mengunjungi aku setiap tahun meski aku nantinya hanya sebuah nama yang terpajang digunduk tanah.

Kasih…..jangan lupakan aku. Kemarin hari yang indah.kemarin aku merasakan kebahagian yang teramat besar, berada dipelukmu. Kasih .aku menepati janjiku, aku tidak menangis dihadapanmu. Lanjutkan hidupmu, kau berhak memiliki cinta dan hidup lebih lama dengan yang kau cintai nanti setelah aku pergi. Terima kasih telah mencintaiku, selama 5 tahun aku memiliki hari-hari yang bahagia. Kau tahu waktu aku positif kanker dan hidupku tidak kurang dari 5 tahun. Dan ternyata benar dokter tidak bisa menyembuhkanku

, mungkin tuha ingin cepat memanggilku. Maaf aku tidak pernah cerita padamu meski sampai kini usia ku tinggal 3 hari lagi. Maaf aku tudak pernah cerita karena tidak ingin membuat mu sedih, dan aku tidak pernah ingin menangis dihadapanmu tentang sakit yang teramat ini. Dan itu berhasil selama lima tahun aku selalu tersenyum didekatmu aku slalu berjuang untuk hidup dihadapmu, meski pada akhirnya aku menyerah juga dan takdirlah yang akan memisahkan kita. Terima kasih untuk semuanya. I LU forever.

Catata akhir seorang gadis yang mengidap penyakit kanker otak. Dan dia harus berjaung selama 5 tahun, dia berjuang sendiri dan tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali seorang dokternya dan buku catatan ini. Dia mempunyai kekasih yang menjalin hubungan sejak SMA, selama lima tahun dia berhubungan dia tidak pernah bersedih dia selalu ceria. Saat waktunya tinggal 3 hari lagi, dia pergi kepantai melihat matahari tenggelam dan saling menceritakan impian mereka, meski hadis itu tahu impiannya tidak akan bisa ia laksanakan. Ketika kekasinya mengutarakan impiannya bahawa dia ingin menikahinya, si gadis hanya tersenyum dan berkata “ aku ingin kau bahagia dan aku ingin dikenang semua orang, dan semoga tuahn menerima ku disisinya” dan ia hanyaa tersenyum sambil memeluk sang pacarnya. Dia pulang dengan persaan senang. Dirumahnya dia terus menceritakan impiannya ingin dikenang oelh semua orang, dia berpesan bundanya jangan terlalu mengkhawatirkan anaknya, dia juga bilang kalau ayah jangan terlalu banyak minum kopi, dan dia bilang sayang sama saudara-saudaranya. Ketika itu, fajar terbit dan hari yang cerah, bundanya menemukan gadis itu terbaring ditempat tidurnya yang tertata sangat rapih sambil memeluk sebuah buku. Catatan ini ditemukan oleh kekasihnya yang membuka buku itu. Sungguh semuanya tidak percaya. Betapa kuat ketabahan sigadis itu, menahan penyakit yang menyeramkan selam bertahun-tahun dan ia tidak pernah bersedih, bahkan satu tahun terakhir sebelum dia meninggal dia memenangkan sebuah lomba puisi. Dan kini buku catatanya dibukukan dan mendapat penghargaan besar. Semua orang jadi tahu siapa dia dan semua orang akan slalu mengenangnya begitu juga kekasihnya, dia akan terus mengenang sang gadis.

Created by : amy_mitho

Pesan : hidup harus berhati tegar. Percayalah kebahagian akan sealu ada. Cinta akakan slalu hadir bagi orang yang slalu menghargai cinta itu, dan percayalah setiap kita verkorban untuk cinta maka akan slalu ada yang membalasnya. Hidup dan mati bukan suatu tempat yang jauh dan berbeda, semuanya sama karena kita punya hati untuk mendekatkannya.