Archive for the ‘Puisi’ Category

Kim nam gil

Posted: Februari 24, 2010 in Puisi

Aku mencintai mu dengan segenap jiwa

aku sadar rasa ku ini melebihi batas mampu ku

aku tak membutuhkan waktu

aku tak peduli seberapa lama lagi aku harus mencintai mu

aku mungkin bego….

tapi yang jelas …

hati punya jawabannya yang tidak pernah dimengerti oleh akal sehat

begitulah aku cara mencintai dan meyakini perasaan ku

semuanya tak masuk akal

dan jika aku bermimpi tolong  jangan bangunkan aku

hati juga tidak diciptakan dalam bentuk yang rapuh…

begitu juga aku  amat rapuh

tapi aku mencintainya dan itulah yang membuat hatiku kuat

 

Untuk wanita yang berjuang tak penah henti

Posted: September 27, 2008 in Puisi

Ironi
to: wanita pekerja malam


Malam tak lagi mengijinkanku tetap berada ditempat
rasanya aku harus melangkahkan kaki tuk pergi
Aku berjalan ditengah malam
Disertai hujan yang tidak dikatakan deras

Aku berjalan dengan hati yang tak tenang
takut menjumpai seseorang yang tak ku inginkan
Aku pulang dari keramaian dunia gemerlap
dan kurasakan
beginilah………..Suasana malam mertopolitan
seperti siang yang tak pernah henti
Ramai oleh penjajak dosa-dosa

Ditikungan jalan gang sempit
kulihat seorang pak Tua bediri
dengan menggunakan jas hitam
dan tongkat itali yang tak pernah ia lupakan

Dia menegurku
dengan gundukan ironi
” Kupu-kupu malam,kenapa kau sudah pulang….
bukankah ini baru dimulai”

Aku terpaku..
dia menegurku dengan gundukan ironi………
Padahal aku bukan seperti yang dikatakaannya
aku hanya seorang wanita yang mencari nafkah

Puisi untuk my friend

Posted: September 27, 2008 in Puisi

Tirani

Apakah yang kutulis ini terlambat atau tidak
karena buku syair telah usang
Dan hanya rayap yang sedang berpesta pora

Apakah yang kutulis ini berarti atau tidak
karena fajar sudah mulai meninggi
Dan jam dinding enggan bergerak mundur

Kalender yang terus menipis
seiring hari yang terus bergulir
Dan kesempatan aku semakin menjauh
dari pandangan

Yang ada hanya tirani
Yang tak mengandung sebuah makna
Tirani susah dicari arti

Dan kini aku hanya bisa menerima apa adanya
Karena hidupku sudah berakhir
Antara kita ada tirani sebagai pengahalang
aku tak hidup lagi dengan kalian
mungkin aku  akan lebih nyaman
disana…..dikehidupan yang tertaram

puisi amy

Posted: September 18, 2008 in Puisi

Realita
for: Indonesia in the day

Apakah realita
mendengar kata itu rasanya aku ingin bermimipi saja
tetapi bermimipi itu membuat kita berangan-angan
Dan berimaji jauh yang membuat kita jatuh

Realita bagi pelajar
tak ada nilai bagus untuknya
yang ada pembelokan seluruh atuaran

Realita untuk cinta
Tak ada warna cerah untuknya
yang ada hanya kelam
karena keserakahannya

Realita seperti itukah dihari ini
kalau memang seperti itu
Rasanya aku ingin terus tidur
dan berharap esok akan lebih baik

Hello world!

Posted: September 18, 2008 in Puisi

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!